Thanks for one year gap. Setelah tahun kemarin ditolak di salah satu perguruan tinggi plat merah, saya berfikir 'wah.. gap year ajalah... selamat datang tahun penyiksaan'. Pernah terlintas juga di fikiran, 'tapi apa kabar hati saya nanti.. buka instagram, isinya foto teman teman lama di kampus baru, ketemu orang baru, rutinitas hidup yang baru. Sedangkan saya mungkin saat itu sedang guling guling di kasur, buka instagram, bosen, buka line, bosen, baca wattpad sampe mampus'. Sempat sih ditawarin buat kuliah dulu di kampus swasta kota sebelah. Tapi saya menolak. Pikir saya 'buat apa kalo saya ngejalaninnya gak pake hati.. buang buang uang'. Sampai suatu saat bude nawarin buat belajar dulu di kampung inggris. Tawaran yang saya terima dan membuat saya bersyukur hingga saat ini. Singkat cerita, saya langsung datang ke sana. Bahkan sebelum teman teman saya masuk ke kampus barunya. Saya mulai aktivitas baru saya disana. Perlahan lahan mulai lupa dengan segala kesedihan yang sempat menghinggapi. Saya bertemu orang orang baru. Saya datang ke tempat tempat baru. Ke Bromo, ke Blitar, ke makam Ir. Soekarno, ke Malang, bahkan ke Bali. Kalau boleh dibilang saya mendapatkan hal hal baru yang tidak saya bayangkan sebelumnya. Hampir 7 bulan saya disana. Tepatnya 6 bulan 3 minggu. Saya balik ke Kota asal saya. Di dalam kereta kebetulan saya duduk seorang diri. Selama perjalanan, saya putar ulang semua memori yang terlewati. 'wah.. kalau saja saya kemarin diterima di kampus plat merah itu, saya tidak akan merasakan ini semua'. Thanks God. Dan sampai lah saya dirumah. Bersambung~